fbpx

Bisakah Video Explainer 90 Detik Menjual Secara Efektif?



Video explainer seringnya digunakan oleh perusahaan untuk memudahkan dan mempercepat pelanggan mengetahui produk dan benefit apa saja yang dimiliki. Dari banyaknya video explainer yang beredar, muncul pertanyaan “Berapa durasi sebuah video yang baik agar dapat menarik hati penonton?”. Rata-rata perhatian orang-orang berubah selama tahun yang ada ini. Mulai dari fokus selama 12 detik ke 8 detik dan ini semakin menurun saja. Karena perubahan ini video marketing terus berkembang dan berganti sesuai dengan kebutuhan.

Nah, masalah tentang pertanyaan durasi sebuah video, maka berapa lama video akan efektif menjual dan menjangkau para penonton? Banyak sekali perdebatan akan sebuah durasi video yang baik. Di artikel ini akan membahas dan membantu kamu dalam menentukan pilihan.

Mengapa 90 detik?

Ketika ingin menampilkan video dari produk atau jasa yang kamu miliki, video explainer berdurasi 90 detik sangat cocok dengan kamu. Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa tidak lebih pendek durasinya daripada video yang ada di pasaran. Poin utama yang disampaikan adalah menghasilkan explainer video yang bisa menghubungkan produkmu dengan penonton. Pada bagian awal, tampilkan masalah yang sering dialami atau kesusahan yang sering ditemui saat berhadapan dengan produk yang seperti kamu tawarkan. Ini bisa menghasilkan rasa percaya ke penonton bahwa mereka melihat video yang memang mereka butuhkan.

Durasi Video vs Engagement Audience

Rentang perhatian manusia (human attention span) bukan satu-satunya patokan dalam menentukan durasi video, tapi ini juga memiliki peran penting di video marketing. Menurut Wistia, rata-rata panjang video tidak lebih dari 2 menit. Jika lebih dari durasi tersebut maka penonton akan kehilangan engagement dengan videomu. Ini merupakan salah satu alasan mengapa Ahrefs dan Zendesk memiliki video explainer yang bisa menarik perhatian penonton.

 

TIPS AGAR VIDEOMU EFEKTIF

Membuat video yang efektif itu hanya berdasarkan durasinya saja. Ini ada beberapa hal yang bisa kamu gunakan saat membuat video explainer yang efektif.

Berfokus pada cerita

Kunci untuk membuat penonton tertarik dengan videomu adalah menghadirkan cerita yang tulis dengan baik dan jelas. Coba cari tips bagaimana menulis cerita dengan cara unik dan pesannya bisa tepat mengena bagi penonton. Bisa juga cek video yang dibuat kompetitor sebagai bahan referensi.

Ingatlah untuk menata ceritanya berurutan, simple, dan hindari jargon yang tidak sesuai dengan penonton. Ini sangat penting agar kamu bisa menemukan ritme atau apapun yang cocok untuk videomu, oya bisa juga sisipkan humor selama bisa & memungkinkan.

Rencanakan Voice Over dan Visualisasinya

Hubungan antara animasi dengan cerita adalah pasangan yang tidak bisa dipisahkan dan berdiri sendiri. Gambar animasi akan menggambarkan cerita yang kamu butuhkan. Jika ceritamu tidak tertata maka videomu juga menghasilkan video yang biasa saja dan tidak berkesan.

Saat memilih Voice Over untuk mengisi suara video explainermu, maka kamu tidak bisa langsung memilih talent tersebut berdasarkan reviews atau lama dia bekerja sebagai Voice Over saja. Temukan Voice Over yang bisa membawakan ceritamu sesuai dengan keinginan dan dapat menarik perhatian penonton saat mendengarkan pesan yang ingin disampaikan.

Rencanakan waktu tayang perdana Video

Jika semuanya sudah jadi, maka videomu siap dilihat oleh para penonton. Namun, tidak bisa serta merta kamu bisa langsung mengupload video explainer tersebut dan langsung banyak yang menonton. Ada hari dimana saat kamu mengupload video tersebut dapat menghasilkan penonton video yang banyak. Sebagai tambahan kamu juga bisa share video explainer tersebut ke sosial media, email blasting, ataupun dipasang di website yang kamu miliki. Yang terpenting lakukan riset yang sesuai sehingga apa yang kamu harapkan bisa berhasil.

Baca Juga:

Tips Menggunakan Whiteboard Animation

Jasa Video Iklan

Tips Membuat Video Marketing

Anin
Selamat , selamat datang di animasistudio.com. ada yang bisa Anin bantu?
Ada Yang Bisa Kami Bantu?